4.3 AKTIVITAS BISNIS DALAM SIKLUS PENGELUARAN DAN DIAGRAM ARUS DATANYA
Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.
Tujuan utama dalam siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi.
Apakah tiga aktivitas bisnis dasar dalam siklus pengeluaran ?
Rabu, 20 Januari 2016
Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pengeluaran Dan Diagram Arus Datanya #Softskill
Diposting oleh Immanuel di 08.54Bagian-Bagian Yang Terkait Dalam Siklus Pengeluaran Dan Tugasnya #Softskill
Diposting oleh Immanuel di 08.524.2 BAGIAN-BAGIAN YANG TERIKAT DALAM SIKLUS PENGELUARAN DAN TUGASNYA
Sistem Manual Pengeluaran Kas
Bagian utang usaha
Proses pengeluaran kas dimulai dalam bagian utang usaha. Staf administrasi bagian utang usaha meninjau file voucher utang terbuka atau utang usaha untuk melihat berbagai dokumen yang jatuh tempo dan mengirim voucher serta dokumen pendukungnya (permintaan, pembelian, pesanan pembelian, laporan penerimaan, dan faktur) ke bagian pengeluaran kas.
Siklus Pengeluaran #Softskill
Diposting oleh Immanuel di 08.49
4.1 SIKLUS PENGELUARAN
Siklus Pengeluaran (Spending cycle atau expenditure cycle)
adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang
berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.
Siklus pengeluaran melibatkan beberapa aktivitas yang
berhubungan dengan pembelian bahan mentah, persediaan barang-barang dan jasa.
Kegiatan ini termasuk mengidentifikasikandan mendokumentasikan semua
pengeluaran uang, menyipakan order pembelian menerima kiriman barang dan
mencatat persediaan.
Tujuan utama dari siklus pengeluaran ini adalah untuk
mempermudah pertukaran kas dengan para pemasok untuk barang dan jasa yang
dibutuhkan dimana tujuan khusus yang terkandung didalamnya meliputi :
Sabtu, 26 Desember 2015
Elemen Pengendalian Intern Versi COSO #Softskill
Diposting oleh Immanuel di 04.463.7 Sebutkan dan Jelaskan Elemen Pengendalian Internal versi COSO
COSO atau Committee of
Sponsoring Organizations of the Treatway Commission
Commitee
of Sponsoring Organizations of the Treatway Commission memperkenalkan
adanya lima komponen pengendalian intern yang meliputi
Lingkungan Pengendalian (Control Environment), Penilaian Resiko (Risk Assesment), Prosedur Pengendalian (Control Procedure), Pemantauan (Monitoring), serta Informasi dan Komunikasi (Information and Communication).
Lingkungan Pengendalian (Control Environment), Penilaian Resiko (Risk Assesment), Prosedur Pengendalian (Control Procedure), Pemantauan (Monitoring), serta Informasi dan Komunikasi (Information and Communication).
Komponen pengendalian intern
menurut COSO adalah :
Pengertian Pengendalian Intern (versi COSO) #Softskill
Diposting oleh Immanuel di 04.453.6 Jelaskan pengertian pengendalian intern (versi COSO)
Komponen pengendalian intern menurut
COSO (The Committee of Sponsoring Organizations)
oleh Wing Wahyu Winarno dalam buku ”Sistem Informasi Akuntansi” Ada
lima, yaitu:
“1. Control
environment atau lingkungan pengendalian
2. Control activities atau kegiatan
pengendalian
- Risk assessment atau pemahaman risiko
- Information and communication atau informasi dan komunikasi
- Monitoring atau pemantauan”.
Menurut kutipan diatas dapat
diuraikan sebagai berikut:
- Lingkungan pengendalian
Lingkungan pengendalian merupakan
sarana dan prasarana yang ada di dalam organisasi atau perusahaan untuk
menjalankan struktur pengendalian intern yang baik. Beberapa komponen yang
mempengaruhi lingkungan pengendalian intern adalah:
COBIT #Softskill
Diposting oleh Immanuel di 04.433.5 COBIT
Control Objective for Information
& Related Technology (COBIT) adalah sekumpulan dokumentasi best practice
untuk IT Governance yang dapat membantu auditor, pengguna (user), dan
manajemen, untuk menjembatani gap antara resiko bisnis, kebutuhan kontrol dan
masalah-masalah teknis IT (Sasongko, 2009).
COBIT mendukung tata kelola TI
dengan menyediakan kerangka kerja untuk mengatur keselarasan TI dengan bisnis.
Selain itu, kerangka kerja juga memastikan bahwa TI memungkinkan bisnis,
memaksimalkan keuntungan, resiko TI dikelola secara tepat, dan sumber daya TI
digunakan secara bertanggung jawab (Tanuwijaya dan Sarno, 2010).
COBIT merupakan standar yang dinilai
paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan
secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di
hampir seluruh negara. Dimana di setiap negara dibangun chapter yang dapat
mengelola para profesional tersebut.
Kerangka kerja COBIT terdiri atas
beberapa arahan/pedoman, yakni:
COSO #Softskill
Diposting oleh Immanuel di 04.433.4 COSO
Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission, atau disingkat COSO, adalah suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penggelapan laporan keungan dan membuat rekomendasi untuk mengurangi kejadian tersebut. COSO telah menyusun suatu definisi umum untuk pengendalian, standar, dan kriteria internal yang dapat digunakan perusahaan untuk menilai sistem pengendalian mereka.
Tahun 1992, COSO menyusun dan menerbitkan internal control integrated framework yang berisi rumusan definisi pengendalian intern, pedoman penilaian, serta perbaikan terhadap sistem pengendalian intern. Kerangka ini diterima sebagai acuan umum pengendalian intern, yang penggunaannya mencakup penentuan tujuan pengendalian pelaporan keuangan dan proses operasional dalam konteks organisasional, sehingga perbaikan dan kontrol dapat dilakukan secara menyeluruh. Struktur pengendalian intern menurut COSO mencakup aktivitas pengendalian terkait pengendalian dengan pemrosesan informasi yaitu pengendalian umum dan pengendalian aplikasi.
Pada tahun 2004, COSO mengembangkan internal control integrated framework dengan menambahkan cakupan tentang manajemen dan strategi risiko yang selanjutnya dikenal dengan pendekatan enterprise risk management (ERM). Menurut kerangka tersebut, pengendalian intern merupakan bagian integral dari manajemen risiko.
Subscribe to:
Postingan (Atom)
